Senin, 19 Desember 2022

anakmu nafasmu di dunia

Setelah menadapat faidah kajian hari ini. Saya termenung sangat dalam. 
Menurut para ulama, anak adalah perpenjangan nafas di dunia. Artinya saat kita meninggal, kita akan terus mendapatkan amal kebaikan melalui lisan lisan anak kita. 
Seringnya kita luput dengan mereka. Baik dan buruknya mereka adalah hasil amal kita juga. Mereka baik karena didikan dan rawatan kita. Dansebaliknya. 
Allaahu rabbi jadikanlah anak-anak kami amal yang tak terputus untuk kami.. Amal kebaikan. Bukan amal keburukan. 
Ya Rabb, persaksikanlah ini. Sungguh rasanya perih tiada tara. Saat memendam keinginan balik di dunia pendidikan namun tak bisa. Hanya karena mereka adalah amanah dariMu. Amanah yg harus dijaga dengan baik. Yang tak boleh ditinggalkan dan disia-siakan. 

From love to love. My childrens. 

Minggu, 06 November 2022

pemberi rezekimu itu Allaah. bukan dia.

Hari ini sungguh memilukan. Bagamana tidak. Ternyata kejadian tempo hari terungkit kembali. Ku kira dia mengaminkan. Ternyata tidak. 
Gerimis turun. 
Air matapun luruh. 
Butuh waktu beberapa jam. Diam. Merenungi.
Setelah adik tidur. Mata terasa lelah. Matapun ikut tertidur. 
Azan kemudian berkumandang. 
Selesai sholat. Kembali ku tafakuri kejadian tadi. 
Ah iya. Ternyata tadi pemikiranku salah. Aku lupa ada Allaah Arrozaq. Allaah Al ghaniy. 
Allaah lah yang maha pemberi rezeqi. Allaah yang maha kaya. 
Bagaimanapun caranya. Jika Allaah menghendaki rezeki untuk kita. Pasti ada jalan untuk kembali terisi lumbungnya.
Jadi, tak perlu khawatir. Kita bisa hidup tanpanya. Tapi kita tak bisa hidup tanpaNya. 
Allaah. aku mencintaimu lebih dari apapun. 
Aku mencintaiMu ya Rabb. 
Maka cintailah aku. 

Rabu, 26 Oktober 2022

berat

Masing-masing orang diuji dg ujiannya sendiri. Gakada yg ga diuji. 
Kadang terpikir. Ah berat banget jadi orang taat tuh.
Udahlah mending gausa taat. 
Toh taat dan ga taat sama juga ujiannya. 
Tidak sama bestie. 
Yang taat hadiahnya syurga. 
Yang ga taat hadiahnya neraka. 
Pilihan ada di tangan kita. 
Hadiah ada di tangan Allaah. 
Berat? 
Jelas. 
Karena hadiahnya syurga. Bukan kerupuk. 

Rabu, 05 Oktober 2022

usia

Sampai sejauh ini. Sayapun tidak tahu bertahan di usia berapa. 
Akhir-akhir ini sedang mellow. 
Sering merenung. Sampai sejauh mana perjalanan saya. Saya sanggug melalui ini semua. 
Saya selalu yakinkan diri ini. Pertolongan Allaah itu dekat. 
Pertolongan Allaah ada pada sabar dan sholat kita. 
Allaah menambah amanah ini. Saya yakin Allaah juga akan menambah pertolonganNya. 

Kadang mau balik. Tapi sudah tidak bisa. Sesak disana. Tidak ada tempat.
Ya Rabb.. KepadaMulah tempatku kembali. Aku mencintaiMu dengan segala dan sepenuh hatiku. 

sembunyi tangan

Bismillaah... 
Lempar batu sembunyi tangan. 
Kadang memang perih menjadi orang yang taat pada Allaah. 
Selalu inget2 quotes ini saat hati terasa perih dilimpahin tanggung jawab. 
"Yang Allaah tawarkan adalah syurga"
Itu quotes di channel youtubenya ust. Nuzul. 
Seperti kita gatau sampe kapan harus menanggung ngebulnya dapur keluarga. Lunasnya hutang keluarga. 
Semoga dengan ini Allaah melancarkan rezeki kami. 
Setelah itu saya dilimpahi tanggungjawab membimbing (red: mengerjakan) skripsi adik saya. 
Dia yg kuliah, saya pula yang harus mendorong2 agar kuliahnya selesai. Hingga mau engga mau saya harus bersusah payah begadang ngerjain skripsinya. Krn pagi hari harus mengurus anak balita dan bayi. 
Merenung sendiri, mau nangis. Kenapa juga saya yang harus repot. Toh itu urusannya. Kuliahnya. Masa depannya. Selesai kuliah. Dapat kerja. Dapat uang. Ya untuk diri dia sendiri. Untuk saya? Tidak ada. 
Jika saya egois seperti kk saya. Melempar tanggung jawab. Mau susah jangan ngajak2. Gue udah pusing sama urusan kantor.
Bisa aja. Bisa banget. 
Tapi... Ini tentang tanggungjawab sy sm orgtua saya. Saya yang disuru utk memedulikan adik saya. Kuliahnya. Semua dari sekolah SMP - KULIAH. Harus saya yang direpotkan. 
Ayah kemana?... ~~~
Jika ingin berontak. Ilmu yang didapati dari kajian atau seliweran video ustadz. Rasanya nyali saya menciut. Mundur telak. Takut Allaah murka sama saya. Takut gak ditolong nanti di akhirat. Krn sejatinya saya lah yang butuh dimintai pertolongan oleh mereka. Saya takut nanti di akhirat gak ada yang bisa nolong saya. Kalo saya tidak menolong orang-orang yang butuh tenaga saya. 

Saya rasa semua orang sama ujiannya. Yg berbeda hny sikap dlm menghadapi ujian ini. Menyelesaikan dg kebaikan atau dg keburukan.

Jumat, 23 September 2022

tentang semangat

Mati listrik di rumah kami. 
Semua merasakan gelap dan gerah. 
Dimulailah percakapan dgn anak laki2 ini. 
S : mi libur ga? 
Me : gatau. Libur kali. 
S : ((mandi, pake baju koko) ) 
Me : coba aja... 
S : ((salim, kemudian jalan)) 
. _____ 5menit kemudian dia kembali____
S : libur mi. Gelap rumahnya
Me : ((hanya tertawa)) 

_____
S : mi, sekolah ga? 
Me : cb aja kesnaa
S : ((siap2 pake tas, kemudian jalan)) 
__setelah 5 menit kembali ___
S : kata bu nur besok mi sekolahnya. 
___

Semoga kamu jadi anak istiqomah nak dalam mencari ilmu. 

Kamis, 22 September 2022

tentang tanggungjawab

Punya anak itu investasi dunia akhirat. Investasinya dampak panjang. -faedah kajian riaydusholihiin-
Tiba-tiba aja saya sdh diamanahi 3 anak krucil ini. 
Lelah? Jelas. Krn perjalanannya masih panjang. Ada sd-smp-sma-kuliah-menikah-berkeluarga. Dst. 
Masalahnya adalah apakah kita juga akan diberi usia panjang? 
Tidak ada yang tahu. 
Seperti hari-hari ini. 
Melihat lihat foto kecilnya shofwan. 
Tau-tau tahun besok dia sudah mulai masuk TK. Sudah mulai bisa membaca satu suku kata. 
Dan entah kapan dia akan bisa membaca tanpa bimbingan umminya ini. Entah kapan dia tidak membutuhkan peran umminya ini dalam membaca berbagai macam buku. 
Kemarin dia diberi hadiah buku kecil. Judulnya"Toys"
Wah bahagia sekali dia. Diulang2nya buku itu . Umminya disuru membaca lagi lagi dan lagi. Alhamdulillaahilladzii bini'matihitatimusholihat. 
Diberi buku kecil oleh bunur. 
Guru pertama shofwan.
Begitu dikaguminya oleh anak-anak. 
Masyaa Allaah. 
Semoga kelak ketika shofwan sekolah bertemu guru yang juga menyenangkan dalam mencari ilmu.